Senin, 11 Agustus 2025 Kat : Berita Desa

KKN UNRAM Kembangkan Inovasi Olahan Asam Jawa Sebagai Komoditas Hutan Bernilai Ekonomi: Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Jembatan Kembar Timur

KKN UNRAM Kembangkan Inovasi Olahan Asam Jawa Sebagai Komoditas Hutan Bernilai Ekonomi: Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Jembatan Kembar Timur

Lombok Barat-, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (UNRAM) tahun 2025 yang ditempatkan di Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertema “Inovasi Produk Olahan Asam Jawa sebagai Komoditas Hutan Bernilai Ekonomi untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.”

Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Sabtu, 26 Juli 2025, di Dusun Tibu Lilin, sedangkan tahap kedua dilanjutkan pada Senin, 4 Agustus 2025, di Dusun Jembatan Kembar. Kedua kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat, terutama kelompok ibu rumah tangga, pemuda, dan pelaku UMKM lokal yang ingin menggali potensi ekonomi desa dari sumber daya alam sekitar.

Asam jawa dipilih sebagai bahan utama dalam pelatihan ini karena merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang tumbuh melimpah di sekitar desa. Namun, selama ini pemanfaatannya masih sebatas untuk kebutuhan dapur rumah tangga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan inovasi pengolahan asam jawa menjadi produk bernilai ekonomi berupa permen asam jawa. Permen ini memiliki cita rasa khas, tahan lama, mudah diproduksi, dan berpeluang tinggi untuk dijual sebagai oleh-oleh khas lokal.

Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi sosialisasi mengenai potensi dan manfaat asam jawa dari segi kesehatan maupun ekonomi. Kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung pengolahan mulai dari pemilihan bahan, pencampuran, pemasakan, pembentukan, hingga pengemasan produk. Warga juga diperkenalkan cara membuat label sederhana dan strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan media sosial untuk promosi.

Ketua KKN UNRAM Desa Jembatan Kembar Timur, dalam kegiatan ini  menyampaikan bahwa pengolahan asam jawa ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil hutan yang selama ini belum tergarap maksimal. “Asam jawa banyak ditemukan di sekitar dusun, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat melihat peluang ekonomi yang bisa dikembangkan dari sumber daya yang ada,” ujarnya.

Bagi warga yang mengikuti kegiatan ini, pelatihan menjadi kesempatan emas untuk mengenal lebih dekat cara menciptakan produk bernilai dari apa yang tersedia di sekitar mereka. Beberapa ibu rumah tangga bahkan sudah mulai mencoba membuat permen asam di rumah dan berharap dapat segera menjualnya di pasar mingguan desa.

Inovasi ini menjadi salah satu langkah konkret pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendekatan sederhana namun berdampak luas. Dengan mengoptimalkan hasil hutan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan, mahasiswa KKN UNRAM tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap potensi desanya sendiri.

Melalui kegiatan ini, Desa Jembatan Kembar Timur diharapkan mampu mengembangkan produk khas berbasis kearifan lokal yang memiliki daya saing di pasar. Permen asam jawa menjadi simbol kecil dari harapan besar: membangun kemandirian ekonomi dari desa, oleh desa, dan untuk desa.

Penulis : Administrator
Dilihat : 2
Belum ada komentar
Form Komentar
Artikel Lainnya

Komentar Terbaru

Statistik Penduduk

Statistik Pengunjung

Pengunjung Hari Ini 67
Pengunjung Kemarin 3
Pengunjung Minggu Ini 74
Pengunjung Bulan Ini 328
Total Pengunjung 443
IP Address 216.73.216.4
Browser Unknown Browser