Beranda Berita Desa Peduli Mental Anak Bangsa, Mahasiswa KKP UIN Mataram Menggelar Edukasi Stop Prilaku Bullying Di Salah Satu Sekolah Desa Jembatan Kembar Timur.
JEMBATAN KEMBAR TIMUR- Dalam upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya prilaku bullying, Mahasiswa KKP UIN Mataram melakukan edukasi Stop Bullying di SMP Sains Khairul Wadi Tebu Ireng 19 Lombok yang berlokasi di dusun Beroro Desa Jembatan Kembar Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat hari ketiga masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang bertepatan pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Edukasi ini diisi langsung oleh mahasiwa KKP UIN Mataram yang bekerjasama dengan pihak sekolah.
Kehadiran para mahasiswa disambut antusias oleh pihak sekolah dan para siswa baru. Dalam pemaparannya, perwakilan tim KKP UIN Mataram menjelaskan secara komprehensif mengenai jenis-jenis perundungan, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying yang kini kian marak terjadi di media sosial. Melalui metode pendekatan yang interaktif, siswa diajak mengenali batasan candaan agar tidak melukai perasaan orang lain.
Ketua kelompok KKP UIN Mataram Desa Jembatan Kembar Timur (Gilang Iswadi) menyampaikan bahwa edukasi ini perlu dilakukan pada saat momentum MPLS karena masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama adalah fase krusial bagi pembentukan karakter anak. "Kami ingin memberikan pemahaman sejak awal masuk sekolah bahwa prilaku bullying dapat berdampak fatal bagi kesehatan mental korban. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua anak untuk tumbuh dan berprestasi," ujarnya.
Tak sekadar menyajikan materi satu arah, para mahasiswa juga menyelingi kegiatan dengan sesi tanya jawab interaktif, permainan edukatif serta membuat konten video kreattif tentang & Stop Bullying. Langkah ini terbukti efektif menarik perhatian para siswa yang sangat aktif berpartisipasi dan membagikan pandangan mereka tentang persahabatan yang sehat.
Pihak sekolah SMP Sains Khairul Wadi Tebu Ireng 19 Lombok memberikan apresiasi yang tinggi atas edukasi yang dilakukan mahasiswa KKP UIN Mataram. Kepala Sekolah menyatakan bahwa program semacam ini sangat membantu sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan akhlak mulia kepada para peserta didik baru sejak hari pertama mereka masuk sekolah. Aksi ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal untuk memutus mata rantai kekerasan di lingkungan pendidikan dan melahirkan generasi muda yang peduli akan kesehatan mental sesama.
Form Komentar